A. Dasar Hukum

  1. Peraturan Daerah Nomor 03 Tahun 2011 tentang Pajak Air Tanah.
  2. Peraturan Bupati Nomor 15.A Tahun 2012 merupakan perubahan Peraturan Bupati Nomor 12.A Tahun 2011 tentang Pajak Air Tanah.

B. Pengertian

  1. Pajak Air Tanah adalah pajak atas pengambilan dan/atau pemanfaatan air tanah.
  2. Air Tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan dibawah permukaan tanah.
  3. Komponen Sumber Daya Alam adalah salah satu komponen dari perolehan air.

C. Objek, Subjek dan Wajib Pajak

  1. Objek Pajak adalah pengambilan dan/atau pemanfaatan air tanah.
  2. Dikecualikan dari Objek Pajak Air Tanah adalah:
    • Pengambilan dan/atau pemanfaatan air tanah untuk keperluan dasar rumah tangga, pengairan pertanian dan perikanan rakyat, serta untuk sarana peribadatan; dan
    • pengambilan dan/atau pemanfaatan air tanah yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah.
  3. Subjek pajak air tanah adalah orang pribadi atau badan yang melakukan pengambilan dan / atau pemanfaatan air tanah.
  4. Wajib pajak air tanah adalah orang pribadi atau badan yang melakukan pengambilan dan / atau pemanfaatan air tanah.
  5. Jenis pemungutan untuk Pajak Air Tanah ini adalah OFFFICIAL ASSESMENT (pajak yang dipungut berdasarkan ketetapan Kepala Daerah)

D. Dasar pengenaan, Masa Pajak, Tarif dan Cara Penghitungan.

  1. Dasar pengenaan dan masa pajak
    • Dasar pengenaan Pajak Air Tanah: Nilai Perolehan Air (NPA).
    • NPA dinyatakan dalam rupiah yang dihitung dengan mempertimbangkan sebagian atau seluruh faktor-faktor berikut.
      • Jenis  dan lokasi sumber air
      • Tujuan pengambilan dan/atau pemanfaatan air.
      • Volume air yang diambil dan/atau dimanfaatkan
      • Kualitas air.
      • Tingkat kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh pengambilan dan / atau pemanfaatan air.
    • NPA ditetapkan dengan peraturan Bupati.
    • Masa Pajak adalah jangka waktui yang lamanya 1 (satu) bulan kalender.
    • Tarif Pajak adalah 20% (dua puluh persen)
       
  2. Tarif dan Cara Penghitungan

    Cara Perhitungan : Tarif Pajak x Dasar Pengenaan

    Tarif Pajak        : 20%

    Dasar Pengenaan : Nilai Perolehan Air Tanah (NPA)

    Contoh Perhitungan Pajak Air Tanah

    Sebuah Perusahaan A melakukan pengambilan Air Tanah dengan NPA sebesar Rp. 10.854.120,- Berapakah Pajak yang harus disetorkan WP tersebut?

    Cara perhitunagn pajaknya:

    Pajak                 = tarif pajak x dasar pengenaan

    Tarif Pajak                 = 20%

    Dasar pengenaan(NPA)  = Rp. 10.854.120,-

    Maka pajak yang harus dibayarkan pada bulan tersebut

    adalah :  20% x Rp. 10.854.120,-= Rp. 2.170.824,-